TERKINI Benua Antartika Yang Dipenuhi Bongkah Ais Gergasi Dan Salji Tebal Sudah Bertukar Jadi KEHIJAUAN

by Oh! Semput


45
SHARES
581
VIEWS
Posted on 27 May 2017 08:01:23

TERKINI: Benua Antartika Yang Dipenuhi Bongkah Ais Gergasi Dan Salji Tebal Sudah Bertukar Jadi KEHIJAUAN!

Salah satu dari 5 benua terbesar, yakni antartika yang seharusnya ditutup dengan ais di seluruh datarannya, rupanya itu semua tinggal mitos belaka.

103588139.jpg

Bagaimana tidak? para peneliti di Antartika menemukan lumut yang tumbuh cepat di semenanjung utara Antartika. Ini membuktikan adanya perubahan iklim di dataran paling tinggi di planet ini. Bahkan ditengah pemanasan global selama 50 tahun terakhit, sudah ada 2 spesies lumut yang tumbuh semakin cepat.

Dikutip dari kompas, “Orang-orang berpikir bahwa Antartika adalah tempat yang diselimuti es, tapi temuan kita menunjukkan bahwa bagian itu telah menjadi hijau dan akan semakin hijau,” kata Matthew Amesbury, peneliti Universitas Exeter, Inggris dan penulis utama dari studi ini.

Penemuan yang dipublikasikan di Current Biology ini juga menunjukkan bahwa walaupun pada saat ini tumbuhan hanya melingkupi kurang dari satu persen wilayah Antartika, tetapi lumut sudah mulai tumbuh di beberapa bagian benua tersebut yang mencair karena datangnya musim panas.

Ketika musim panas tiba, lumut membuat lapisan tipis yang kemudian membeku selama musim dingin. Lalu, ketika musim panas kembali, lumut membuat lapisan baru di atas lapisan yang lama dan perlahan-lahan, lumut tua turun ke bawah tanah yang beku. Di sini, lumut terpelihara dengan baik dan menjadi catatan perubahan.

foto-setelah-1500-tahun-lumut-antartika-

Foto yang diambil para peneliti selama menjalani tugasnya juga menunjukkan lanskap hijau yang mencolok. “Jika emisi gas rumah kaca berlanjut tak terkedali, Antartika akan kembali lebih mundur dalam waktu geologi. Mungkin suatu hari nanti, semenanjung Antartika akan menjadi hutan kembali seperti iklim rumah kaca di periode Cretaceous dan periode Eocene saat benua bebas dari es,” kata Rob DeConto, glasiolog dari Universitas Massachusetts.

Meski begitu, pertumbuhan lumut di Antartika lebih lambat daripada di kutub utara. Dengan begitu para peniliti berharap agar ini bisa menjadi media pengimbang hilangnya karbon akibat global warming. Lantas, apakah ini merupakan musibah ataukah menjadi berkah?

: tambahcheese

SUMBER ASAL

Leave a Comment:

Related News


Related Posts
Hanya RM1 je
Popular Posts